Review: Eternal SUMMER

Directed by Leste Chen Based on Wang Chi-Yao’s novel

No one wishes to be lonely, neither do we.

Rated: R for explicit sexual content
Scroll down for the ENGLISH review

I can’t believe my luck, yesterday (pas jalan-jalan di mangga dua) by coincidence I found another Asian queer themed movie to be watch and review *uhehehe* (padahal film-film Asia bertema serupa yg dah saya tonton sebelumnya, belum kereview semua, kaya: Gohatto, Kira-Kira Hikaru, & Hush, ada request ga mau review yg mana berikutnya??).
Back to the topic.

Kali ini film yang saya dapetin film China yang berjudul Eternal Summer. Eternal Summer ini bercerita tentang cinta segitiga antara Shane, Jonathan, & Carrie. Pertamanya saya merasa kalau film ini sangat mirip dengan film Jepang, Kira-Kira Hikaru. Tapi dibanding Kira-Kira Hikaru saya lebih dapet kimochi (perasaan)-nya di film yang ini. Kalo di film Kira-kira Hikaru kita lebih fokus ke tokoh utama cewenya, di film ini kita berempati pada tokoh utama cowo yang bernama Jonathan. Kayanya banyak orang (gay or straight) yang bisa mengerti (atau pernah merasakan) derita cinta yang tak tersampaikan yang dirasakan tokoh utama di film ini, sehingga film ini bisa menyentuh hati kita. Kalau saya sendiri sih kayanya ngga bisa jatuh cinta sama sahabat sendiri (ngga tau nanti), mungkin karena rasanya kaya keluarga, tapi sepertinya menyenangkan klo bisa cinta ama seseorang yang sudah dekat seperti sahabat, tapi kalau jatuh cintanya diam-diam kaya di film ini makan hati juga ya.

Awalnya Shane & Jonathan adalah dua orang anak dengan kepribadian berbeda, Shane anak badung biang masalah, dan Jonathan murid yg rajin dan patuh pada gurunya. Mereka bertemu di kelas yang sama di sebuah SD yang dekat dengan laut. Suatu hari wali kelas mereka meminta Jonathan untuk menjadi ”little guardian angel” bagi Shane, untuk menjaga dan berteman dengannya agar Shane bisa jadi murid teladan seperti Jonathan. Walaupun awalnya terpaksa, pada akhirnya Jonathan bisa berteman baik dengan Shane. Bahkan hingga SMA, mereka hampir tidak pernah terpisahkan. Di saat itulah muncul Carrie diantara mereka. Carrie yang baru kenal dengan Jonathan mengajaknya untuk bolos sekolah dan pergi ke Taipei berdua, di sana mereka bersenang-senang dan akhirnya memutuskan untuk menginap. Tapi di saat mereka mulai “make out”, Jonathan tiba-tiba berhenti dan tidak bisa melanjutkannya. Di saat itu Jonathan mulai sadar kalau ia tidak bisa dengan perempuan, dan mencintai Shane lebih dari seorang sahabat.

Pada intinya, seperti tertulis dalam tagline-nya, film ini bercerita tentang orang-orang yang kesepian. Jonathan yang menderita karena mencintai sahabatnya diam-diam, Shane yang tidak bisa melepaskan Jonathan walaupun Jonathan menghindarinya, Dan Carrie yang kekurangan kasih sayang dari orangtuanya yang bercerai dan mencari kasih sayang dari keduanya. Pada akhirnya dari film ini kita belajar bahwa obat kesepian adalah kejujuran dan penerimaan.

The English Review:

This time I found Chinese movie called Eternal Summer. Eternal Summer tells a story about a love triangle between Shane, Jonathan, & Carrie. First this movie reminds me about Japanese movie called, Kira-Kira Hikaru, But compared to Kira-Kira Hikaru I can get more kimochi (the feeling) from this movie. If Kira-kira Hikaru focus more on the female main character, in this movie we empathize more to the male main character, Jonathan. I assume many people (gay or straight) will understand (or have experienced) the burden of unrequited love that the main character of this movie felt, therefore making this movie close to our heart. I myself don’t think I’m able to be in love with my best friend, cause it feel like family, but I think it will be nice to be in love with someone so close to us, but if it was in secret like in this movie that would be trouble.

In the beginning Shane & Jonathan was two kids with different personality, Shane was a naughty troublemaker, and Jonathan was a diligent and obedient student. They met in the same class in their Elementary school by the sea. One day their teacher asked Jonathan to be ”little guardian angel” for Shane, to looked after and befriend with Shane so that he could be good student like Jonathan. Even though it was against his will, in the end Jonathan & Shane became good friend. All the way to High school, they were inseparable. By that time, Carrie came between them. Carrie who became friend with Jonathan asked him to skipped school to go to Taipei together, there they have a lot of fun and finally decide to stay for the night. However, when they started making out, Jonathan suddenly stopped and couldn’t go on with it. By that time, Jonathan began to realize that he can’t be with a girl, and loved Shane more than a friend.

The point is, like what was written in the movie tagline, this movie tells a story about lonely people. Jonathan who suffer for loving his best friend in secret, Shane who can’t let go of Jonathan while knowing that Jonathan is avoiding him, And Carrie who lacked of love from her divorce parent, seek love from both of them. By the end, in this movie we learned that the cure of loneliness is honesty and acceptance.

Theme Song MV by Mayday

Advertisements

12 thoughts on “Review: Eternal SUMMER”

  1. boleh aja sih tapi gimana ngasihnya? emang anata tinggal di mana? klo tinggal di Jakarta sih bisa ketemuan di J-Utopia minggu ini. Tapi kata saya sih film yg ini lebih bagus dr Gohatto

  2. Kemaren malem Gw ke Ambassador, dan berhasil ngedapetin DVD-nya, ditambah ‘No Regret’ dan ‘Metrosexual’ … khusus buat Eternal Summer … keren banget …

  3. Pelem ini menyentuh banget! TT^TTKasian Jonathan..Shane secara ga sadar pengen Jonathan tetep ada disampingnya. Selalu disisi dia dan mendukung lah, menghibur lah, dll.Ga nyadar dia udah ngelukain Jonathan. Toh dia malah jadian ama si Carrie. Hikz! AHO! *cekek shane*Ending persi (harapan) saya:Si Carrie kesapu ombak tsunami menghilang entah kemana.Dan Jonathan pun, hidup bahagia bersama Shane, untuk selamaa-lamanya…

  4. Orange へSADIST ! XD *LOL*Tau ga sih sy dpt info klo di versi aslinya (novel) ceritanya selesai sampai pagi hari setelah Shane nginep di tempat Jonathan. Jd si Shane mutusin Carrie dan milih Jonathan ;pTapi I personally lebih suka ending filmnya (walaupun ngambang) soalnya lebih menyentuh ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s